| Peserta dan Pemateri Seminar Harlah LPM ISTek ICsada berfoto bersama usai kegiatan berlangsung |
ukmpgc.unugiri.ac.id – Momentum Hari Lahir (Harlah) kian menjadi sebuah suasana yang haru sekaligus tempat untuk tinggal bersama dalam merayakan hari yang istimewa. Semangat kebersamaan tersebut teandai saat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ISTek ICsada Bojonegoro mengundang Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Penulisan Griya Cendekia (UKMPGC) untuk turut serta menyukseskan perayaan hari jadi mereka pada Sabtu (23/05/2026). Kegiatan kolaboratif ini berlangsung dengan khidmat bertempat di Aula Kampus 1 ISTek ICsada Bojonegoro.
Nuansa penuh kehangatan dalam peringatan Harlah LPM ISTek ICsada ke-13 tersebut langsung terlihat sejak awal pembukaan acara, yang ditandai dengan prosesi pemotongan kue secara simbolis diiringi lagu selamat ulang tahun. Suasana ruangan seketika menjadi riuh rendah oleh gemuruh tepuk tangan dari seluruh hadirin. Usai seremoni pembukaan selesai, agenda utama langsung berlanjut pada sesi seminar yang menghadirkan dua tokoh berkompeten di bidang pers dan media.
Acara seminar yang dipandu oleh Siti Ma'Rifah selaku moderator tersebut berjalan interaktif sejak awal, dimulai dengan pembacaan Curriculum Vitae (CV) dari masing-masing pembicara. Pada sesi pertama, narasumber Nurika Manan memaparkan materi penting bertajuk "Melampaui Informasi". Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa jurnalisme hari ini tidak boleh sekadar menyampaikan rilis atau permukaan berita saja, melainkan harus berani menggali lebih dalam, melakukan verifikasi yang kuat, serta menyajikan fakta yang berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu pada sesi kedua, materi dilanjutkan oleh Rahul Oscara Duta. Ia mengupas tuntas mengenai dinamika media pers mahasiswa di era digital, pentingnya manajemen redaksi yang sehat, hingga cara mempertahankan napas kritis organisasi pers di tengah gempuran arus informasi media sosial yang serba cepat.
Setelah pemaparan materi dari kedua narasumber usai, moderator langsung membuka sesi diskusi hangat bagi para peserta dengan memberikan kesempatan kepada tiga orang penanya. Salah satu pertanyaan kritis datang dari delegasi Institut Attanwir Bojonegoro, Syarif. Ia mempertanyakan bagaimana cara bagi seorang mahasiswa sekaligus aktivis pers untuk tetap konsisten mempertahankan nilai idealisme dalam mengelola berita agar tidak goyah atau tergiur oleh arena pragmatisme uang.
Mendengar pertanyaan tersebut, Nurika Manan memberikan tanggapan tegas bahwa seorang jurnalis kampus harus memiliki keberanian untuk melawan arus pragmatisme melalui pilihan-pilihan sikap yang berprinsip.
"Aku berpikir kita harus lawan. Apa yang aku anggap masih di jalur yang benar, belum tentu dinilai benar oleh orang lain. Namun, hal paling realistis yang bisa dilakukan adalah memulai dari pilihan-pilihan sederhana dalam usahanya. Keputusan-keputusan yang radikal termasuk dengan berani bersuara dan berekspresi," jelas Nurika di hadapan para peserta.
Pandangan senada juga dipaparkan oleh Rahul Oscara Duta. Ia menjelaskan bahwa nilai idealisme bersifat relatif, sehingga setiap mahasiswa penting untuk bisa memisahkan antara wilayah profesionalitas kerja dengan ranah personal agar tetap memiliki arah untuk kembali pada tujuan awal.
"Ideal itu sebuah hal yang relatif, hukumnya seperti turun-temurun ke atas. Jadi, kita memang harus bisa membedakan mana yang profesionalitas dan mana yang personal dalam pertanyaan sebelumnya. Seorang aktivis pers dinyatakan harus tetap tahu jalan untuk kembali pulang, artinya kembali ke awal mula komitmen idealisme," tutur Rahul menambahkan.
Di penghujung acara, tim berita UKMPGC berkesempatan melakukan wawancara eksklusif mengenai kesan dan jalannya acara. Delegasi dari LPM Arus Giri, Ahmad Hizam Allimul Kaafi, membagikan pengalamannya setelah mengikuti seminar. Ia merasa puas dengan fasilitas ruangan yang bersih dan sejuk, serta mengaku mendapatkan relasi sekaligus keilmuan baru, meski ia juga memberikan catatan evaluasi penting terkait kekondusifan jalannya peliputan di lapangan.
"Hal baru bagi saya adalah mendapatkan teman baru dan ilmu baru dalam seminar ini. Kesan saya sendiri merasa puas karena ruangannya yang bersih dan ber-AC. Namun, pesan saya untuk ke depannya, harap bisa lebih kondusif saat ada seseorang yang sedang melakukan liputan, tolong hargailah tamunya," ungkap Hizam jujur.
Menanggapi keseluruhan jalannya acara, Ketua Umum LPM ISTek ICsada, Pindy Ayu Damayanti, menyampaikan harapan besar serta pesan mendalam dari pihak panitia kepada seluruh peserta, khususnya bagi mahasiswa yang tertarik mengabdikan diri di dunia pers dan komunikasi. Pindy menginginkan agar para kreator digital masa kini mampu menunjukkan kreativitas dengan kode etik, sekaligus mendorong pers mahasiswa untuk tetap lantang menyuarakan kebenaran secara independen.
"Kami berharap peserta paham cara menyeimbangkan kreativitas dan etika dalam berkarya digital, serta terampil memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan kebenaran. Selain itu, khusus pers mahasiswa, diharapkan bisa semakin teguh menjaga kemandirian, berintegritas, dan berani menjadi kontrol sosial kampus yang idealis. Jadilah insan pers cerdas yang kreatif berinovasi, tapi tetap berpegang teguh pada etika. Jaga kemandirian, hindari praktik tidak etis, rawat idealisme, dan teruslah kritis sebagai suara kampus yang bermanfaat," pungkas Pindy menutup keterangan resminya.
![]() |
| Foto Bersama Tim Berita UKMPGC dengan Pindy Ayu Damayanti, Ketua Umum LPM ISTek ICsada |
*Tim Berita: Alyssa Putri Adianty(Peliput), Nina Khoiru Umatin(Dokumentasi), Alfania Rahmania (Pewawancara)

0 Komentar