![]() |
| mahasiwa/i menyimak salah satu sobat seruni, hasil review dari buku bacaan mereka |
ukmpgc.unugiri.ac.id – Literasi sejatinya merupakan sebuah proses berjalannya orang-orang hebat, terutama mengenai hal-hal yang belum pernah didengar maupun dibicarakan sebelumnya. Berangkat dari semangat tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Penulisan Griya Cendekia (UKMPGC) berkolaborasi dengan Perpustakaan Unugiri meluncurkan sebuah wadah literasi baru bertajuk Serambi Ruang Baca Unugiri (SERUNI) pada Sabtu (16/05/2026).
Program yang bertempat di Perpustakaan Unugiri ini rencananya akan dilaksanakan secara rutin sebanyak dua kali dalam satu bulan. SERUNI hadir sebagai sebuah "ruang aman" (safe space) bagi mahasiswa untuk menepi sejenak, tenggelam dalam bacaan masing-masing secara leluasa, sebelum akhirnya kembali ke realita untuk membedah isi buku tersebut bersama-sama.
Ketua Pelaksana SERUNI, Tsalitsa Azhara Febyanti, dalam penyambutannya menyampaikan esensi utama dari pembentukan program ini sebagai ruang ramah literasi di area kampus.
"SERUNI dihadirkan sebagai ruang hangat untuk membaca bersama, berdiskusi, dan bercengkrama santai di lingkungan kampus," ujar Tsalitsa dalam acara yang dipandu oleh Desmita Lailana selaku MC sekaligus moderator tersebut.
Senada dengan hal itu, Ketua Umum UKMPGC, Alyssa Putri Adianty, turut mengajak seluruh peserta untuk menjadikan ruang ini sebagai tempat menyelami dunia lewat lembaran buku secara tulus. Menurutnya, esensi dari agenda ini bukanlah ajang pembuktian siapa yang paling cepat menamatkan buku, melainkan ruang dialog yang jujur.
"Kami mengajak kalian untuk sejenak menepi dan menyelami dunia lewat lembaran buku di 'ruang aman' ini. Bukan untuk berlomba menamatkan bacaan, melainkan untuk membangun kembali kedekatan dengan teks dan sesama melalui dialog yang jujur," tutur Alyssa hangat.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Pembina UKMPGC, Usman Roin. Dalam arahannya, beliau menganalogikan program SERUNI seperti proses seumur biji jagung yang membutuhkan waktu untuk tumbuh, namun kelak diharapkan mampu melahirkan pembaca hebat yang meneladani sifat kritis dan pembelajar nabi. Ia juga menyoroti bahwa krisis literasi hari ini menjadi problem besar, sehingga ruang seperti SERUNI hadir agar mereka yang semula tidak tahu-menahu menjadi tahu.
"Semoga kegiatan ini melahirkan penulis-penulis muda," tegas Usman sekaligus menandai dibukanya opening ceremony program tersebut.
Setelah sesi pembukaan, suasana berganti menjadi hening saat MC mengarahkan seluruh mahasiswa yang hadir untuk membaca senyap buku pilihan mereka selama 25 menit. Usai waktu membaca habis, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bedah buku secara bergantian. Menariknya, dalam sesi ini para mahasiswa dibebaskan untuk mengajukan diri sebagai pemantik diskusi.
Respons positif pun datang dari salah satu peserta yang merupakan delegasi eksternal kampus. Mahasiswa UKMPR IKIP PGRI Bojonegoro, Lita Marga Ningrum, mengungkapkan rasa senangnya karena mendapatkan banyak wawasan baru secara efisien lewat pengalaman membaca orang lain, serta memberikan saran untuk pertemuan berikutnya.
"Dapat kesan banyak banget karena walau tanpa kita baca sendiri, kita juga bisa tahu isi buku berdasarkan cerita orang lain yang sudah membaca. Mungkin temanya bisa ditentukan per pertemuan agar pembahasannya lebih mendalam," ujar Lita memberikan masukan.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh internal organisasi pelaksana. Anggota UKMPGC, Shaula Kayla, turut menyampaikan bahwa aktivitas komunal ini sangat menarik dan efektif dalam mengasah kepercayaan diri mahasiswa.
"Menurut saya kegiatan ini sangat menarik. Selain bisa saling share bacaan dengan teman-teman yang lain, saya juga merasa kegiatan ini mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking)," ungkap Shaula di penghujung acara.
*Peliput Divisi Kominfo UKMPGC

0 Komentar