UKMPGC Gelar Diskusi dan Bedah Buku dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026


Salah satu peserta Bedah Buku, umgkap hasil diskusinya dengan tema literasi membaca

ukmpgc.unugiri.ac.id - Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional 2026, UKM Penalaran dan Penulisan Griya Cendekia (UKMPGC) kembali menghadirkan ruang belajar bagi mahasiswa melalui kegiatan literasi berupa Diskusi dan Bedah Buku bertajuk “BOOK INSIGHT: Dari Membaca, Lahir Generasi Muda Kaya Literasi” yang dilaksanakan pada Sabtu (4/04/2026) di Gedung Auditorium FSA.

Acara dibuka oleh MC, Alviana, yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan komunikatif. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Alfindi Edo Kurnia, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kembali budaya literasi di kalangan mahasiswa. Ia menuturkan bahwa diskusi dan bedah buku tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga sarana untuk melatih kemampuan analisis dan keberanian berpendapat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami dan mengkritisi isi bacaan secara mendalam,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua UKMPGC, Alyssa Putri Adianty, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini memiliki tujuan utama untuk memantik kembali nalar kritis mahasiswa serta menumbuhkan kecintaan terhadap dunia literasi dan kepenulisan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai ruang aktualisasi intelektual mahasiswa. 

“Forum ini bertujuan untuk memantik kembali nalar kritis, memperkaya wawasan, dan menumbuhkan kecintaan mahasiswa pada dunia kepenulisan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina UKMPGC, Usman Roin, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan diskusi dan bedah buku merupakan langkah konkret dalam membangun budaya akademik yang aktif dan reflektif di lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

“Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi bagaimana kita mampu memahami, mengolah, dan mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme peserta yang luar biasa. Hal ini terlihat dari keaktifan mahasiswa dalam mengikuti setiap sesi, khususnya pada sesi diskusi yang menjadi inti acara. Para peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga terlibat aktif dalam mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan mereka terkait isi buku yang dibedah.

Salah satu mahasiswa peserta mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana cara membangun konsistensi dalam membaca di tengah kesibukan aktivitas perkuliahan. Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa konsistensi membaca dapat dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin.

“Mulailah dari bacaan yang ringan dan sesuai minat, lalu luangkan waktu khusus setiap hari, meskipun hanya 10–15 menit. Yang terpenting adalah konsistensi, bukan jumlahnya,” jelasnya.

Interaksi yang terjalin antara pemateri dan peserta mencerminkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat satu arah, melainkan menjadi ruang dialog yang mampu menghidupkan budaya literasi secara aktif. Dengan adanya diskusi yang dinamis, diharapkan peserta dapat membawa semangat membaca dan berpikir kritis ke dalam kehidupan akademik maupun sehari-hari.



*Peliput Divisi Kominfo UKMPGC 

Posting Komentar

0 Komentar